PENYAKIT PASCA LEBARAN
Momen lebaran selalu identik dengan jadwal kegiatan silaturahmi keluarga dan hidangan-hidangan yang menggugah selera. Rasa nikmat yang begitu khas dari setiap potongan ketupat dan opor ayam yang dihidangkan, serta kue-kue kering yang senantiasa menggugah selera untuk disantap begitu menarik dipandang mata.
Namun perlu diwaspadai, ada begitu banyak pemicu penyakit dibalik hidangan-hidangan istimewa yang disajikan saat Idul Fitri. Terlebih lagi jika pola makan anda pada saat hari raya dengan hidangan makanan yang begitu istimewa dan beragam tidak bisa anda kontrol. Maka siap-siap dengan ancaman penyakit yang bisa saja datang tanpa diduga-duga mungkin akan menghampiri anda.
Berikut ada beberapa penyakit yang mengintai pasca lebaran
A. DIARE
Diare banyak dialami saat lebaran karena pola makan berlebihan. Bayangkan saja setelah makan opor, rendang dan menu berat lainnya kita akan bersilahturahmi ke tetangga dan saudara lalu mencicipi kue-kue atau makanan yang disajikan, setelah 30 hari berpuasa, perut sudah terbiasa dengan pola makan dua kali sehari saat sahur dan berbuka yang juga memiliki batasan. Namun ketika lebaran dijejali dengan aneka makanan tanpa batasan waktu, maka sistem pencernaan akan dipaksa untuk bekerja keras.
B. Penyakit Metabolik Degeneratif
Hidangan yang kerap kali disajikan setiap kali Lebaran rata-rata adalah makanan yang bersantan, banyak minyak, makanan yang digoreng, dan juga hidangan yang manis-manis. Apabila kalap dan tidak hati-hati, menu makanan tersebut dapat menyebabkan orang pulang mudik dengan membawa oleh-oleh penyakit metabolik degeneratif seperti kolesterol tinggi dan diabetes.
Kolesterol Anda dapat meningkat apabila mengonsumsi banyak makanan yang mengandung lemak, santan, dan gorengan. Anda pun harus mengenali jenis-jenis makanan yang tinggi kolesterol, yakni kuning telur, keju, daging merah, cumi, udang, telur puyuh, dan jeroan (seperti paru, hati, ampela, otak).
Sementara itu, makanan manis seperti kolak, es-es, dan kue-kue dapat membuat kadar gula darah Anda meningkat apabila dikonsumsi dengan kurang bijaksana. Mengonsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes.
Sangat disarankan agar memeriksakan kadar kolesterol dan gula darah Anda selepas mudik Lebaran.
Apabila kadarnya hanya meningkat sedikit, Anda tidak perlu mengonsumsi obat. Cukup perbaiki pola makan Anda dengan menu sehat (perbanyak sayur serta kurangi lemak dan gula), lakukan olahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu, dan tidur yang cukup 7-8 jam sehari.
(0251) 8321196